Korupsi atau rasuah dari bahasa Latin: corruptio yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, menyogok adalah perilaku pejabat publik, baik politisi, pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan ilegal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. Di dalam dunia politik, korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. Korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat. Pada saat yang bersamaan, korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi.

Korupsi mencakup penyalahgunaan oleh pejabat pemerintah seperti penggelapan dan nepotisme, juga penyalahgunaan yang menghubungkan sektor swasta dan pemerintahan seperti penyogokan, pemerasan, campuran tangan, dan penipuan.

Tindak pidana korupsi dari sudut pandang hukum secara garis besar memenuhi unsur-unsur perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana, memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Perilaku korupsi sangat bertentangan dengan Visi Program Studi Teknik Kimia yang berlandaskan Humanis dan Religius. Untuk itu kami segenap sivitas akademika Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Pamulang menyerukan ANTI KORUPSI.